Skip to main content

Umat Islam-lah Yang Paling Dirugikan Jika Produk Tanpa Sertifikasi Halal



Umat Islam di Indonesia harus mendapat informasi yang jelas dari sebuah produk terkait halal dan haramnya. Maka dari itu, sertifikasi halal bagi sebuah produk menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Jika sertifikasi tak diterapkan, maka umat Islam-lah yang paling dirugikan.
Pengamat produk halal Anton Apriyantono kepada laman Republika.co.id mengatakan sertifikasi halal terhadap barang maupun jasa oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memberikan banyak manfaat untuk umat Islam. Karena dengan sertifikasi, setidaknya, umat mendapatkan kejelasan, mana produk yang patut dikonsumsi dan yang tidak.
Menurut Anton, saat ini masih banyak barang atau jasa yang belum jelas kehalalannya. Hal tersebut, tentu cukup merugikan umat Islam. “Karena mengonsumsi (barang atau jasa) yang halal itu adalah kewajiban,” ujarnya, Senin (15/2/16).
Karena itu, mantan menteri pertanian ini menjelaskan, sertifikasi halal cukup penting bagi kemaslahatan umat. “Karena kalau tidak dilakukan (mengonsumsi yang halal), berarti berdosa. Apalagi mengonsumsi yang haram, akan masuk neraka,” tutur Anton.
Ia berpendapat proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI, baik dalam bentuk barang maupun jasa, seharusnya tidak mengalami kendala besar. Sebab ia menilai, proses tersebut sudah berjalan cukup lama dan telah diketahui oleh banyak pihak produsen.
Hal tersebut juga semakin dipertegas dengan adanya Undang-Undang (UU) Jaminan Produk Halal. “Kalau sudah masuk UU berarti wajib,” ujarnya.Kendati demikian, Anton mengakui implementasi dari UU Jaminan Produk Halal memang membutuhkan waktu. Karena, ucapnya, pemerintah masih harus menyiapkan peraturan pemerintah dan peraturan menteri terkait hal tersebut.
Sebelumnya, perwakilan LPPOM MUI dari seluruh provinsi di Indonesia telah mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 10-12 Februari 2016 di Jakarta. Salah satu hasil Rakornas menyebut LPPOM MUI siap melaksanakan sertifikasi produk, barang gunaan, dan jasa yang beredar di Indonesia sesuai prinsip dan proses sertifikasi halal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Popular posts from this blog

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Benarkah Orang Yang Menikah Sehat Lahir Dan Batin?

Setiap orang pasti menginginkan untuk menikah. Dalam Islam, pernikahan tidak terbatas pada hubungan platonis antara suami dan istri, juga bukan semata-mata untuk prokreasi. Istilah Islam untuk menikah, “nikah” secara harfiah berarti berhubungan badan. Lantas, mengapa Islam memberikan aturan yang luas dan regulasi tentang hubungan suami istri? Ini karena Islam telah sepenuhnya mengerti bahwa naluri seksual tidak bisa dan tidak boleh ditekan. Naluri ini hanya dapat diatur untuk kesejahteraan manusia dalam kehidupan ini dan untuk keberhasilan mereka di akhirat. Hubungan suami-istri dalam kehidupan pernikahan telah secara terbuka direkomendasikan di Qur’an, “ …. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri..” (QS al-Baqarah, 2: 222) Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang menikah tetap sehat, secara fisik dan mental....

Berbahagialah kamu yang suka makan beras merah! Ternyata Beras Merah Dapat Mencegah Batu Empedu Dan Kanker!

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan dan untuk penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah umum di makan seperti nasi putih yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bersamaan berjalannya saat, masyarakat Indonesia mulai mengerti kelebihan beras merah dibanding beras umum yang dipakai sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak dari pada nasi merah tetapi, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dimiliki nasi putih. Di bawah ini akan saya kupas selesai tentang kandungan dan manfaat beras merah.