Skip to main content

Al-Qur'an Melarang Keras Memilih Pemimpin Non Muslim, Ini Akibatnya !



Dari jaman Rasulullah, hidup berdampingan/berbaur dengan kaum non muslim sudah biasa terjadi. Pada jaman moderen sekarang ini pun hidup berdampingan dengan non muslim, merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari .Dan itu bukanlah suatu masalah, karena islam mengakui kebebasan setiap manusia untuk memilih agamanya dan mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, namun dengan konsekuensi bahwa kelak di akherat setiap manusia akan mempertanggung  jawabkan pilihannya tersebut di hadapan ALLAH pencipta alam semesta ini.

Nah... dalam keseharian tentunya seorang mukmin harus punya standar , bagaimana  bersikap terhadap non muslim.

Di dalam Alqur’an  dengan tegas, ALLAH SWT  melarang kaum mukmin untuk menjadikan orang kafir sebagai wali, pemimpin ataupun orang kepercayaan, yang dikarenakan dikhawatirkan mereka akan berkhianat dan membuat kerusakan dengan berbuat dosa di muka bumi. Larangan tersebut tercantum dalam surah ALI IMRAN  :

Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).              (QS  ALI IMRAN : 28)

Jadi dalam hal ini apabila masih ada  orang islam sebagai pilihan, maka orang islam itulah yang lebih baik dipilih sebagai wali / pemimpin ataupun orang kepercayaan.  Tentu kita akan bertanya mengapa demikian ? ,  jawabnya adalah :  bahwa dalam pandangan ALLAH seorang mukmin lebih bisa dipercaya dalam mengemban amanah , karena orang MUKMIN lah yang oleh ALLAH diharapkan menjadi umat pilihan, yaitu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah dari yang munkar (kejahatan), sebagaimana termaktub dalam surah ALI IMRAN ayat 104 sebagai berikut :

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS  ALI IMRAN : 104)
Dan ayat – ayat lain dalam AL QUR’AN  yang mempunyai kandungan  yang sama dengan QS  ALI IMRAN : 28 di atas  antara lain adalah sebagai berikut :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.  (QS  AL MAA-IDAH : 51)

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.   (QS   AL  ANFAAL : 73)

Penerapan perintah ALLAH pada ayat-ayat  di atas dalam kehidupan se hari-hari adalah :

  • Apabila kita adalah orang yang memegang kewenangan untuk menentukan/memilih seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, yang berpengaruh bagi kemaslahatan umum, maka pilihlah orang islam yang taat sebagai pilihan kita, agar amanah bisa terjaga.
  • Dalam memilih seorang pemimpin, entah itu kepala desa, camat, Bupati, Gubernur ataupun presiden, maka bila memungkinkan pilihlah dari kalangan mukmin yang taat, agar amanah bisa terjaga.

Dan jika hal ini tidak kita laksanakan sesuai perintah ALLAH, maka sebagaimana dinyatakan dalam QS  AL ANFAAL  ayat 73, maka akan terjadi kekacauan di muka bumi yang dikarenakan dikhianatinya sebuah amanah, dan tentu saja kita ikut bertanggung jawab terhadap dosa dan kekacauan yang ditimbulkan, karenapada dasarnya, apabila ada kemungkaran sedang berlangsung, maka wajib bagi setiap muslim untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan. Bila mampu dengan tindakan, maka cegahlah dengan tindakan,bila tidak mampu, maka dengan ucapan atau nasehat, bila inipun tidak mampu, maka tolaklah dengan hati,dan itulah selemah-lemah iman. 

Akhirnya...., marilah kita bersama-sama senantiasa berusaha untuk melaksanakan segala perintah ALLAH. Kita harus yakin bahwa ALLAH lebih mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi manusia. Akal manusia yang sempitlah yang kadang-kadang membuat suatu perintah ALLAH terasa tidak cocok buat manusia, karena cara pandang kita yang individual. Sedangkan ALLAH memandang segala sesuatu dengan cakupan yang lebih luas dan detail.

Popular posts from this blog

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Benarkah Orang Yang Menikah Sehat Lahir Dan Batin?

Setiap orang pasti menginginkan untuk menikah. Dalam Islam, pernikahan tidak terbatas pada hubungan platonis antara suami dan istri, juga bukan semata-mata untuk prokreasi. Istilah Islam untuk menikah, “nikah” secara harfiah berarti berhubungan badan. Lantas, mengapa Islam memberikan aturan yang luas dan regulasi tentang hubungan suami istri? Ini karena Islam telah sepenuhnya mengerti bahwa naluri seksual tidak bisa dan tidak boleh ditekan. Naluri ini hanya dapat diatur untuk kesejahteraan manusia dalam kehidupan ini dan untuk keberhasilan mereka di akhirat. Hubungan suami-istri dalam kehidupan pernikahan telah secara terbuka direkomendasikan di Qur’an, “ …. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri..” (QS al-Baqarah, 2: 222) Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang menikah tetap sehat, secara fisik dan mental....

Berbahagialah kamu yang suka makan beras merah! Ternyata Beras Merah Dapat Mencegah Batu Empedu Dan Kanker!

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan dan untuk penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah umum di makan seperti nasi putih yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bersamaan berjalannya saat, masyarakat Indonesia mulai mengerti kelebihan beras merah dibanding beras umum yang dipakai sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak dari pada nasi merah tetapi, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dimiliki nasi putih. Di bawah ini akan saya kupas selesai tentang kandungan dan manfaat beras merah.