Skip to main content

Ukhti, Pilihlah Suami yang Taat Beragama dan Berakhlak Mulia



KIAT pertama yang harus dilakukan seorang wanita agar sukses membangun rumah tangga bahagia, langgeng, rukun, serta jauh dari permusuhan adalah mentaati perintah Rasulullah SAW:
“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan yang sangat parah.” (HR.Tirmidzi)
“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan.” Para sahabatnya bertanya, “Rasulullah, meskipun pada diri itu terdapat kekurangan?” Rasulullah menjawab, “Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia,” jawab Rasulullah tiga kali. (HR. Tirmidzi).
Artinya apabila kalian tidak menikahkan seorang pria yang taat beragama dan berakhlak mulia, meskipun tidak kaya, tidak terhormat, atau tidak terpandang, karena kalian lebih menyukai sosok yang kaya, terhormat, dan terpandang, meskipun dia tidak taat beragama dan tidak berakhlak mulia, hal ini akan mengakibatkan kerusakan yang parah. Mungkin akan banyak wanita yang hidup tanpa suami, dan banyak pula pria yang hidup tanpa isteri. Zina dan perbuatan nista akan tersebar luas. Hal ini akan menyebabkan ketidakharmonisan dalam kehidupan rumah tangaa.
Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan wasiat dalam memperlakukan wanita. Dengan demikian, akhlak mulia harus bersanding dengan agama, dan harus dijadikan pertimbangan utama dalam menentukan pasangan hidup. Pria yang taat beragama dan mulia pastia akan memperlakukan isterinya dengan baik, apabila dia mencintainya. Dan, jiak dia tidak menyukai isterinya, dia takkan pernah menghinanya, kalau tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, dia pasti menceraikan isterinya dengan cara yang baik pula. [reni/islampos]

Popular posts from this blog

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Benarkah Orang Yang Menikah Sehat Lahir Dan Batin?

Setiap orang pasti menginginkan untuk menikah. Dalam Islam, pernikahan tidak terbatas pada hubungan platonis antara suami dan istri, juga bukan semata-mata untuk prokreasi. Istilah Islam untuk menikah, “nikah” secara harfiah berarti berhubungan badan. Lantas, mengapa Islam memberikan aturan yang luas dan regulasi tentang hubungan suami istri? Ini karena Islam telah sepenuhnya mengerti bahwa naluri seksual tidak bisa dan tidak boleh ditekan. Naluri ini hanya dapat diatur untuk kesejahteraan manusia dalam kehidupan ini dan untuk keberhasilan mereka di akhirat. Hubungan suami-istri dalam kehidupan pernikahan telah secara terbuka direkomendasikan di Qur’an, “ …. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri..” (QS al-Baqarah, 2: 222) Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang menikah tetap sehat, secara fisik dan mental....

Berbahagialah kamu yang suka makan beras merah! Ternyata Beras Merah Dapat Mencegah Batu Empedu Dan Kanker!

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan dan untuk penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah umum di makan seperti nasi putih yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bersamaan berjalannya saat, masyarakat Indonesia mulai mengerti kelebihan beras merah dibanding beras umum yang dipakai sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak dari pada nasi merah tetapi, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dimiliki nasi putih. Di bawah ini akan saya kupas selesai tentang kandungan dan manfaat beras merah.