Skip to main content

Tips Membuat Ayam Panggang Pedas

Bismillah..
Sebenarnya waktu itu saya lagi pingin bikin ayam bekakak. Pas liat stok di kulkas, ternyata semua ayamnya udah dipotong-potong sama ayah. Yowes, jadinya bikin ayam panggang pedas biasa aja. Tapi dengan resep dan bumbu yang sama juga bisa dibikin ayam bekakak yah man-teman. Tinggal ayamnya dibelah bagian dadanya hingga ke bawah, kemudian direntangkan. Panggang atau bakarnya bisa dengan arang, bisa juga dengan oven atau bisa juga kaya saya ini, pake teflon saja. Praktis :)
Tingkat kepedasan juga disesuaikan saja ya, bisa ditambahkan cabe rawit kalo mau. Kali ini saya pake cabe merah besar, yang ternyata pedasnya kurang nendang buat saya. Kalo saya ma suami sih masih butuh sambel lagi, hehe.. tapi buat kak Aisyah ini pas, karna dia udah mulai suka pedes tapi yang ga terlalu nggigit. Kalo Hasna & Hannah? Masakan buat mereka mah beda lagi, alias musti masak sedikitnya 2 menu kalo lagi pengen masakan pedes kaya gini.. Agak rempong emang ya, tapi demi makan enak rempong dikit takpapalah :D

Ayam Panggang Pedas

Bahan
1 ekor ayam (potong-potong)
1-2 batang sereh, memarkan
2 lembar daun salam
300 ml air
2-3 sdm kecap manis
1 sdm gula jawa sisir
minyak untuk menumis

Bumbu halus
8 bawang merah
5 bawang putih
4 butir kemiri
1 sdt ketumbar
3 cabe merah besar (tambahkan jika suka pedas)

2 sdt garam atau sesuai selera
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt kunyit bubuk

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama sereh dan daun salam hingga harum dan matang. Tambahkan gula jawa dan kecap, aduk sebentar
2. Masukkan ayam, bolak balik hingga berubah warna kemudian tambahkan air. Didihkan, setelah mendidih tutup wajan dan kecilkan api. Teruskan memasak hingga air menyusut dan ayam matang.
note: jika air habis sebelum ayam matang, bisa ditambahkan air lagi
3. Bakar/panggang ayam di atas arang sambil diolesi bumbu. Jika menggunakan oven, panggang di suhu 180C selama kurang lebih 15 menit

Sajikan dengan nasi putih hangat dan lalap, nyaaammm :)

Selamat mencoba :)

Popular posts from this blog

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Benarkah Orang Yang Menikah Sehat Lahir Dan Batin?

Setiap orang pasti menginginkan untuk menikah. Dalam Islam, pernikahan tidak terbatas pada hubungan platonis antara suami dan istri, juga bukan semata-mata untuk prokreasi. Istilah Islam untuk menikah, “nikah” secara harfiah berarti berhubungan badan. Lantas, mengapa Islam memberikan aturan yang luas dan regulasi tentang hubungan suami istri? Ini karena Islam telah sepenuhnya mengerti bahwa naluri seksual tidak bisa dan tidak boleh ditekan. Naluri ini hanya dapat diatur untuk kesejahteraan manusia dalam kehidupan ini dan untuk keberhasilan mereka di akhirat. Hubungan suami-istri dalam kehidupan pernikahan telah secara terbuka direkomendasikan di Qur’an, “ …. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri..” (QS al-Baqarah, 2: 222) Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang menikah tetap sehat, secara fisik dan mental....

Berbahagialah kamu yang suka makan beras merah! Ternyata Beras Merah Dapat Mencegah Batu Empedu Dan Kanker!

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan dan untuk penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah umum di makan seperti nasi putih yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bersamaan berjalannya saat, masyarakat Indonesia mulai mengerti kelebihan beras merah dibanding beras umum yang dipakai sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak dari pada nasi merah tetapi, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dimiliki nasi putih. Di bawah ini akan saya kupas selesai tentang kandungan dan manfaat beras merah.