Skip to main content

Tips Cara Membuat Sayur Kohlrabi, gantinya Labu Siam.






Bismillah..
Yuhuuu...greeting from our homeland..! Alhamdulillah kami udah kembali ke tanah air.. Sejenak lupa sama acara masak-memasak, karena dimanjakan dengan masakan ibu mertua tertjintah, sampe-sampe keenakan dan lupa nikmatnya masak sendiri heheu... Dan imbasnya adalah blog masak pun makin terbengkalai, wkwkw..
Tapi seminggu ini udah rusuh di dapur lagi nih. Alhamdulillaaah... seneng banget, karena ternyata sayah sudah kangen berat acak-acak dapur. Meski rumah masih berantakaaan, kardus-kardus kiriman masih berdatangan, perlengkapan perang di dapur juga belom lengkap, tapi di kepala udah berseliweran resep-resep masakan dan cemilan yang pengen dicobain. Teteeup yah, wkwkwk..

Okeh, mari sekarang bicara resep. Sayur Kohlrabi ini sebenarnya saya masak pas masih di Belgia dulu. Uwooww, basi banget yak, hahah..
Tapi tetep wajib tayang. Kenapaa? Karena labu siam itu langka dan mihiiiil di negara bule sodara-sodara. Sedangkan masakan Indonesa yang nikmat-nikmat itu kan banyak banget yang pake labu siam. Mulai dari sayur asem, sayur lodeh, campuran siomay agar empuk, sampe lontong sayur kaya gini. Trus apa harus puasa makan yang enak-enak tadi? Alhamdulillah ngga yaa, pan ada Kohlrabi. Sayur kohlrabi ini lumrah di negeri empat musim, banyak ditemui di grocery store maupun di pasar. Termasuk jenis kol, dan biasa dijadikan salah satu bahan salad. Bentuknya kaya di bawah ini..




Sekilas dilihat kayanya berkulit tipis macem bengkoang, tapi ternyata kulitnya lumayan tebal. Teksturnya sendiri menurut saya juga mirip bengkoang saat mentah, tapi kalo mateng emang bener-bener mirip labu siam. Sayang banget saya telat banget kenal si kohlrabi ini. Tau gitu dari duluuu yak, mbikin lontong sayur pake kohlrabi :D
Btw ini saya lupa kenapa si lontong ga ikut kepoto.. Entah udah abis duluan apa belom mateng, heheu. Tapi dulu pernah saya posting resep lontong dimarih. Monggo diubek-ubek yah..




iishh.. kurang tajeem :( tapi teteup aja nampang, wkwkwk..

Sayur Kohlrabi/Sayur Labu Siam


Bahan
4 buah kohlrabi, potong korek api
100 gr udang kupas, cincang kasar
1 liter santan
1 batang sereh, keprek/memarkan
2 cm lengkuas, keprek /memarkan
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk


Bumbu halus
6 bawang merah
3 bawang putih
4 cabe merah besar (tambahkan rawit jika mau pedas)
3 butir kemiri, sangrai
1/2 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt terasi matang


Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama sereh, daun salam dan lengkuas serta daun jeruk hingga wangi dan matang. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna. Tambahkan santan, didihkan sambil sesekali diaduk
2. Setelah mendidih, masukkan sayur kohlrabi. Tambahkan gula garam sesuai selera. Masak hingga sayuran matang. Cicipi, angkat


Taburi dengan bawang goreng dan sajikan dengan lontong. Mantaaab..



Selamat mencoba :)

Popular posts from this blog

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Benarkah Orang Yang Menikah Sehat Lahir Dan Batin?

Setiap orang pasti menginginkan untuk menikah. Dalam Islam, pernikahan tidak terbatas pada hubungan platonis antara suami dan istri, juga bukan semata-mata untuk prokreasi. Istilah Islam untuk menikah, “nikah” secara harfiah berarti berhubungan badan. Lantas, mengapa Islam memberikan aturan yang luas dan regulasi tentang hubungan suami istri? Ini karena Islam telah sepenuhnya mengerti bahwa naluri seksual tidak bisa dan tidak boleh ditekan. Naluri ini hanya dapat diatur untuk kesejahteraan manusia dalam kehidupan ini dan untuk keberhasilan mereka di akhirat. Hubungan suami-istri dalam kehidupan pernikahan telah secara terbuka direkomendasikan di Qur’an, “ …. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri..” (QS al-Baqarah, 2: 222) Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang menikah tetap sehat, secara fisik dan mental....

Berbahagialah kamu yang suka makan beras merah! Ternyata Beras Merah Dapat Mencegah Batu Empedu Dan Kanker!

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan dan untuk penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah umum di makan seperti nasi putih yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bersamaan berjalannya saat, masyarakat Indonesia mulai mengerti kelebihan beras merah dibanding beras umum yang dipakai sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak dari pada nasi merah tetapi, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dimiliki nasi putih. Di bawah ini akan saya kupas selesai tentang kandungan dan manfaat beras merah.