Skip to main content

Kisah Cinta Khadijah Yang Jarang Diketahui Para Muslimah




Siapa perempuan yang paling dicintai oleh Rasululloh? Dia adalah Khadijah binti Khuwailid, sosok perempuan yang menemani Rasululloh di masa awal perjuangan. Khadijah menguatkan Nabi pada saat beliau ketakutan karena baru didatangi Jibril di awal turunnya wahyu. Khadijah menghibur dan menyelimuti beliau dengan menyatakan:

كَلَّا أَبْشِرْ فَوَاللَّهِ لَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا فَوَاللَّهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

"Sekali-kali tidak. Bergembiralah. Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu selama-lamanya. Demi Allah, sungguh engkau adalah penyambung silaturrahmi, jujur dalam berkata, mau menanggung beban penderitaan orang lain, menyantuni pihak yang kekurangan, memulyakan tamu, suka menolong"
 (H.R al-Bukhari dan Muslim). 


Bahkan Aisyah RA, istri Rasululloh setelah Khadijah meninggal masih menyisakan rasa cemburu padanya,

“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya.” (HR. Bukhari)


Sangat wajar Rasululloh sangat mencintai Khadijah, karena ia beriman di saat belum banyak orang yang beriman pada Rasululloh. Khadijah pula yang meyakinkan Rasululloh di saat ragu dan bersedih hati. Dan satu hal yang terpenting adalah Khadijah mendukung dakwah Rasululloh hingga titik darah penghabisan. Kisah ini jarang diketahui oleh para Muslimah. Berikut adalah kisahnya :

Kaum quraisy melakukan pemboikotan kepada Rasululloh selama 3 tahun lamanya, sehingga Rasululloh dan para pengikutnya kekurangan pangan. Kondisi ini menjadi tantangan keimanan bagi para pengikut Rasululloh. Khadijah tidak ragu untuk bergabung dengan kaum muslimin bersama kaum Abu Thalib dan beliau tinggalkan kampung halamannya untuk menempa kesabaran selama tiga tahun bersama Rasululloh dan orang-orang yang menyertai beliau menghadapi beratnya pemboikotan yang penuh dengan kesusahan dan menghadapi kesewenang-wenangan kaum Quraisy.

Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul kematian Khadijah.

Di dalam melalui saat-saat sakarat ditemani suami Rasululloh. Dalam keadaan kesakitan yang amat itu, dia mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan Jibril akan bertanya kepada Alloh SWT. 

Khadijah berkataWahai rasul utusan Allah, tiada lagi harta dan hal lainnya yang bersamaku untuk aku sumbangkan demi dakwah. Andai selepas kematianku, tulang-tulangku mampu ditukar dengan dinar dan dirham, maka gunakanlah tulang-tulangku demi kepentingan dakwah yang panjang ini”. 

Ternyata, kata-kata terakhir Khadijah ini menusuk ke jiwa Rasulullah dan betapa sayunya perasaan Beliau ketika itu. Hal tersebut turut disaksikan oleh malaikat Jibril yang juga mendengar ungkapan kata-kata tersebut. Jibril lalu naik ke langit bertemu Allah lalu bertanya,"Adakah Allah mendengar kata-kata Sayyidatina Khadijah itu?", Allah lalu menjawab, "Bukan hanya kata-katanya saja yang Aku dengar, malah bisikannya juga", Lantas Allah SWT berpesan kepada Jibril untuk menyampaikan salam buat Khadijah.

Jibril turun dan memberitahu Rasulullah akan hal tersebut. Lalu Rasulullah menyampaikan salam tersebut kepada isterinya yang tercinta itu. Sebaik menerima salam tersebut, maka Khadijah lalu menjawab, sambil melafadzkan bacaan yang begitu masyhur yang sering dibaca selepas shalat yang berbunyi:

"Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram"

Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, kesejahteraan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali pada-Mu, berilah keselamatan dalam hidup kami, dan masukkan kami ke dalam surga darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha Agung dan Maha Mulia

Demikianlah Khadijah yang mendapat Salam dari Allah SWT dan berita gembira sebuah rumah yang terbuat dari kayu di surga, yang di dalamnya tidak ada kepayahan dan kesusahan. Seperti sabda Rasulullah, ketika Jibril datang kepada Rasulullah, ia berkata:"Wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah, ia datang dengan membawa sebuah bejana dan wadah yang berisikan lauk-makanan serta minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah kepadanya salam dari Tuhannya dan dariku, dan beritahukanlah kepadanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya menyenangkan, dan tidak ada kepayahan serta kesusahan.”. (Hadits Riwayat Bukhari).


Demikian kisah Khadijah yang penuh keteguhan di dalam berdakwah. Alloh SWT meridhoinya, sehingga ia begitu pantas menjadi Ummul Mukminin, Ibunda bagi orang-orang beriman. Wallohualam.

Sebarkan jika bermanfaat!

Popular posts from this blog

JANGAN ISI ULANG Botol Plastik Bekas Air Minum! INI BAHAYANYA

Banyak botol air minum yang terbuat dari plastik mencantumkan kode label yang menginformasikan bila botol itu tidak disarankan untuk di isi lagi. Hal semacam ini butuh di perhatikan lantaran paket plastik yang disebut di buat cuma untuk sekali pakai serta janganlah dipakai berulang-kali untuk wadah minuman. Banyak orang tidak paham serta tak perduli dengan label itu. Biasanya label pada botol paket plastik itu berbentuk logo serta angka-angka yang memanglah sedikit di ketahui oleh orang-orang juga sebagai customer. Di bawah ini beragam jenis type plastik yang butuh di ketahui BERBAGAI MACAM PLASTIK Biasanya plastik paket mempunyai kode sebagai berikut ini, serta pada paket berupa botol kode itu umumnya terdapat dibagian bawah. 1. PETE atau PET  (polyethylene terephthalate) labelnya berbentuk angka 1 dalam segitiga umum digunakan untuk botol plastik yang transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direferensikan cuma untuk sekali gunakan. ...

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Ini Dia alasan Kenapa Uang Panaik dan Mahar Harus Mahal.

Namun kalau kita melihat dari perspektif lain yang tidak melulu negatif pernikahan bugis , yakni membuat para lelaki bugis berusaha sedemikian rupa untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam pernikhan dan berumah tangga kelak.   Banyak dari masyarakat luar dari Sulawesi selatan mencibir pernikahan Bugis, Karena mahalanya mahar dan uang panai yang harus di berikan untuk saat ini berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah. mereka beranggapan seolah-olah sedang membeli anak gadis nya orang lain. Pernikahan bugis dan makassar bai sebagian orang sangat memberatkan. Mengingat besarnya jumlah uang panai atau uang belanja bagi pihak mempelai pria yang harus di bayarkan kepada mempelai wanita. Mestinya bukannya mahanlnya yang dipersoalkan namun hakikatnya nikah bugis dan makassar adalah mempertemukan dua keluarga besar dengan segala identitas dan status sosial. Selain itu juga sebagai melestarikan garis silsilah di masyarakat. Dari hal ini lahir lah yang namanya perantau , atau...