Skip to main content

Kematian Sebagai Nasehat




Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kuasa menganugerahkan kepada kita husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Alloh Swt. berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam suurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imron [3] : 185)
Seorang bapak berusia 63 tahun, meninggal dunia saat sedang menuntut ilmu di sebuah pesantren. Tubuhnya tiba-tiba terkulai lemas sesaat setelah tilawah surat Ar Rohman. Dan, saat itu adalah bulan Romadhon, beberapa jam menjelang adzan Maghrib. Maasyaa Alloh, betapa kematian yang indah. Akhir hayat yang husnul khotimah, insyaa Alloh.
Ini adalah peristiwa yang benar-benar memberikan hikmah besar bagi kita yang masih hidup di dunia. Bahwa kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tidak mengenal usia, kematian bisa mendatangi orang yang masih berusia belia atau yang sudah manula. Kematian sungguh sebuah misteri. Boleh jadi saat ini kita sudah menunaikan sholat Dhuhur misalnya, namun usia kita tidak sampai di waktu Ashar.
Oleh karena itu saudaraku, jadikanlah kematian sebagai nasehat. Setiap ada lintasan pikiran untuk menunda-nunda sholat, maka ingatlah kematian. Setiap muncul lintasan pikiran untuk maksiat, maka ingatlah kematian. Jangan sampai akhir usia kita berada dalam keadaan yang sedang lalai apalagi melakukan dosa. Yang harus kita kejar adalah kematian dalam kondisi indah, sedang beribadah, sedang mengingat Alloh Swt.
Rosululloh Saw. menyebut orang yang sering mengingat kematian sebagai orang yang cerdik. Dengan mengingat kematian, seseorang akan termotivasi untuk membuat setiap waktunya terisi dengan amal perbuatan yang berkualitas dan bernilai ibadah. Rosululloh Saw. bersabda, “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk (hidup) setelah kematian, mereka itulah orang-orang yang cerdik.” (HR. Ibnu Majah)
Semoga Alloh Swt. senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita bisa meraih husnul khotimah. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Popular posts from this blog

JANGAN ISI ULANG Botol Plastik Bekas Air Minum! INI BAHAYANYA

Banyak botol air minum yang terbuat dari plastik mencantumkan kode label yang menginformasikan bila botol itu tidak disarankan untuk di isi lagi. Hal semacam ini butuh di perhatikan lantaran paket plastik yang disebut di buat cuma untuk sekali pakai serta janganlah dipakai berulang-kali untuk wadah minuman. Banyak orang tidak paham serta tak perduli dengan label itu. Biasanya label pada botol paket plastik itu berbentuk logo serta angka-angka yang memanglah sedikit di ketahui oleh orang-orang juga sebagai customer. Di bawah ini beragam jenis type plastik yang butuh di ketahui BERBAGAI MACAM PLASTIK Biasanya plastik paket mempunyai kode sebagai berikut ini, serta pada paket berupa botol kode itu umumnya terdapat dibagian bawah. 1. PETE atau PET  (polyethylene terephthalate) labelnya berbentuk angka 1 dalam segitiga umum digunakan untuk botol plastik yang transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direferensikan cuma untuk sekali gunakan. ...

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Ini Dia alasan Kenapa Uang Panaik dan Mahar Harus Mahal.

Namun kalau kita melihat dari perspektif lain yang tidak melulu negatif pernikahan bugis , yakni membuat para lelaki bugis berusaha sedemikian rupa untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam pernikhan dan berumah tangga kelak.   Banyak dari masyarakat luar dari Sulawesi selatan mencibir pernikahan Bugis, Karena mahalanya mahar dan uang panai yang harus di berikan untuk saat ini berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah. mereka beranggapan seolah-olah sedang membeli anak gadis nya orang lain. Pernikahan bugis dan makassar bai sebagian orang sangat memberatkan. Mengingat besarnya jumlah uang panai atau uang belanja bagi pihak mempelai pria yang harus di bayarkan kepada mempelai wanita. Mestinya bukannya mahanlnya yang dipersoalkan namun hakikatnya nikah bugis dan makassar adalah mempertemukan dua keluarga besar dengan segala identitas dan status sosial. Selain itu juga sebagai melestarikan garis silsilah di masyarakat. Dari hal ini lahir lah yang namanya perantau , atau...