Skip to main content

Cerita Masa Kecil Anak Dono Warkop Hingga Kuliah S3 di Swiss



Tak banyak yang tahu jika sosok yang kerap dibullydalam film-film Warkop DKIDono, pernah bekerja sebagai seorang Dosen Sosiologi di FISIP Universitas Indonesia. Sebagai seorang lulusan UI, Dono pun ternyata mengutamakan pendidikan bagi ketiga putranya, Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono dan Satrio Sarwo Trengginas.
"Bapak saya keras soal pendidikan. Pendidikan itu nomor satu. Dia bilang, 'Kalau kalian enggak masuk (perguruan tinggi) negeri, saya enggak mau bayarin'. Kita berusaha supaya masuk negeri," tutur putra sulung Dono, Andika Aria Sena, di rumahnya kawasan Lenteng Agung, Sabtu 2 Januari 2016.
Namun, Andika mengaku jika adiknya, Damar Canggih Wicaksono, punya keinginan yang berbeda dari kedua saudara bahkan bapaknya. "Tapi yang beda itu adik saya si Damar. Bapak itu lulusan UI, saya UI dan adik saya yang paling kecil itu UI. Tapi Damar enggan masuk UI, dia milih UGM jurusan Teknik Nuklir. Selama kuliah di UGM, Damar tinggal dengan adiknya bapak yang kuliah di UGM. Keluarga bapak itu keluarga dosen," jelasnya.
Damar memang terlihat lebih pintar dari kedua saudaranya. "Semangatnya beda. Saya kalau pagi mau sekolah, yang bangunin saya itu ya Damar. Dia udah siap baru bangunin saya. Pulang sekolah bareng, saya langsung main, Damar buat PR," kenangnya.
"Dia dulu gemuk, dia kalau punya tekad itu keras. Baru kurus pas masuk UGM, kalau ke UGM jalan kaki dari Sleman ke UGM. Sempat pingsan malah. Kalau main game, selalu tamat," tambah sang kakak.
Meski sang ayah adalah seorang pesohor yang namanya abadi hingga kini, mereka bertiga harus banting tulang untuk mengejar cita-citanya. Maklum, mereka ditinggalkan oleh kedua orangtuanya di usia yang masih sangat muda.
"Ibu saya meninggal tahun '99, umur saya 19 tahun. Bapak itu meninggal tahun 2001, umur saya 21. Saya masih kuliah, adik saya Damar masih SMA dan Satrio SD. Setelah ibu saya meninggal, adik saya yang paling kecil itu sudah tinggal dengan tantenya di Cinere," ujarnya.
Berjuang dengan keras, mereka bertiga pun akhirnya bisa memenuhi keinginan mendiang kedua orangtuanya terutama sang bapak. Andika bersyukur kedua orangtuanya memberikan nama sarat makna yang membawa doa bagi mereka semua.
"(Sukses) Kemungkinan dari nama. Kalau saya Aria, artinya pemimpin dan Damar Canggih itu penerang yang canggih, Satrio Trengginas, trengginas, ke mana saja udah pernah. Doa dari nama itu bener," tutupnya.
Walaupun tinggal terpisah, ketiganya masih terus berkomunikasi. Andika bertemu dengan Damar pada momen Tahun Baru kemarin. "Tahun baru kemarin pulang, ketemu pak Indro. Masih ngumpul, tapi paling telepon," tandasnya.

Popular posts from this blog

JANGAN ISI ULANG Botol Plastik Bekas Air Minum! INI BAHAYANYA

Banyak botol air minum yang terbuat dari plastik mencantumkan kode label yang menginformasikan bila botol itu tidak disarankan untuk di isi lagi. Hal semacam ini butuh di perhatikan lantaran paket plastik yang disebut di buat cuma untuk sekali pakai serta janganlah dipakai berulang-kali untuk wadah minuman. Banyak orang tidak paham serta tak perduli dengan label itu. Biasanya label pada botol paket plastik itu berbentuk logo serta angka-angka yang memanglah sedikit di ketahui oleh orang-orang juga sebagai customer. Di bawah ini beragam jenis type plastik yang butuh di ketahui BERBAGAI MACAM PLASTIK Biasanya plastik paket mempunyai kode sebagai berikut ini, serta pada paket berupa botol kode itu umumnya terdapat dibagian bawah. 1. PETE atau PET  (polyethylene terephthalate) labelnya berbentuk angka 1 dalam segitiga umum digunakan untuk botol plastik yang transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direferensikan cuma untuk sekali gunakan. ...

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Ini Dia alasan Kenapa Uang Panaik dan Mahar Harus Mahal.

Namun kalau kita melihat dari perspektif lain yang tidak melulu negatif pernikahan bugis , yakni membuat para lelaki bugis berusaha sedemikian rupa untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam pernikhan dan berumah tangga kelak.   Banyak dari masyarakat luar dari Sulawesi selatan mencibir pernikahan Bugis, Karena mahalanya mahar dan uang panai yang harus di berikan untuk saat ini berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah. mereka beranggapan seolah-olah sedang membeli anak gadis nya orang lain. Pernikahan bugis dan makassar bai sebagian orang sangat memberatkan. Mengingat besarnya jumlah uang panai atau uang belanja bagi pihak mempelai pria yang harus di bayarkan kepada mempelai wanita. Mestinya bukannya mahanlnya yang dipersoalkan namun hakikatnya nikah bugis dan makassar adalah mempertemukan dua keluarga besar dengan segala identitas dan status sosial. Selain itu juga sebagai melestarikan garis silsilah di masyarakat. Dari hal ini lahir lah yang namanya perantau , atau...