© merdeka.com
Kapanlagi.com - Tak bisa dipungkiri lagi jika usaha bisnis GO-JEK memang begitu populer di kota-kota besar terutama di Jakarta. Kinerja GO-JEK dengan armada sepeda motor, kecanggihan aplikasi dan kenyamanan membuat banyak orang terpesona, termasuk juga kamu. Namun bukan berarti GO-JEK tak lepas dari kontroversi.
Seperti ini saat sang pengemudi GO-JEK dipukul © Merdeka
Setelah sebelumnya banyak kasus bermunculan bagaimana pengemudi GO-JEK dan tukang ojok konvensional berseteru, kini muncul lagi perseteruan. Bukan dengan abang-abang tukang ojek pada umumnya, seorang pengemudi GO-JEK kali ini malah menjadi sasaran omelan dan pemukulan beberapa anggota kepolisian. Hah, apa benar?
Yap, dalam video yang cuma berdurasi lima detik itu, kamu bisa melihat seorang pria dengan seragam khas GO-JEK tampak disudutkan di sebuah mobil polisi. Beberapa orang polisi ada di dekat armada GO-JEK itu dan kemudian memukul lalu mengomeli. Tak bisa bergerak, sang pengemudi GO-JEK cuma berucap 'Astaghfirullah' dan kemudian video itu berakhir seperti ada orang yang memaksanya berhenti merekam.
Tak butuh waktu lama bagi video itu langsung menarik perhatian netizens. Hampir semua yang melihat itu memberikan komentar negatif pada aksi sejumlah anggota kepolisian yang dianggap semena-mena. Apalagi tugas polisi sebagai pengayom masyarakat harusnya tak bersikap arogan begitu. Lantas, apakah memang para polisi itu yang egois?
Menanggapi video singkat itu, Kombes Mohammad Iqbal selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya pun membenarkannya. "Kejadiannya itu hari Sabtu (7/11) kemarin di wilayah selatan. Tepatnya di Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan," tulis Iqbal dalam keterangan seperti dilansir Merdeka.
Kendati tak menjelaskan apa penyebab pengemudi GO-JEK itu dipukul dan diomeli sejumlah anggota, Kombes Iqbal hanya menyebutkan jika kini kepolisian tengah menindak para anggota Polantas yang ada dalam video itu. Bahkan kini Propam tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Polantas yang mengomeli dan memukul si abang GO-JEK.