Skip to main content

7 AMALAN BERTUKAR MENJADI CAHAYA DIDALAM KUBUR NANTI

Sebelum Ajal Datang & Hilangnya Nyawa, Segeralah isi Baterai Lampu Kubur Kita
Sebelum ajal datang menjemput dan selepas nyawa dicabut serta ditempatkan di kubur, iman dan perbuatan baik kita menghasilkan cahaya yang secara automatik menerangi kegelapan kubur yang akan memberikan keselesaan di alam kubur sampai Hari Kiamat.
Disejumlah tempat di mana ada gangguan kuasa, kita lihat begitu banyak iklan beredar untuk menawarkan lampu kecemasan berupa generator, dapur gas dan apa pun yang menawarkan penyelesaian segera untuk mengatasi gangguan kuasa yang dapat dipastikan akan merugikan si pengguna elektrik, terutama dalam hal materi.
Di mana pun luka kuasa begitu dirasakan sangat mengganggu segala aktiviti. Elektrik, kini sudah menjadi keperluan pokok manusia. Bukan hanya individu, tetapi juga segala sektor kehidupan, termasuk perniagaan dan industri yang tentunya menghasilkan lembaran rupiah. Manusia begitu bergantung pada kuasa. Oleh itu, mereka berani membayar mahal untuk suatu alat yang kiranya boleh mengatasi masalah ini.
Pelbagai aduan dilontarkan, dan dimuat di pelbagai media guna menunjukkan betapa sabar dan tolerannya mereka menghadapi gangguan kuasa yang sedang berlangsung. Meski mereka mengeluh akibat terlalu banyak kesulitan yang dialami, kehilangan jam kerja dan kerugian dalam perniagaan, namun semua orang mau tidak mau akhirnya menerima, bahkan beberapa jam bekerja tanpa elektrik.
Sebagai penyelesaian, ketika berlaku gangguan kuasa, secara otomastis lampu kecemasan akan mengambil alih tanggungjawab untuk memberikan cahaya. Dan, generator lah yang akan mengambilalih untuk memberikan kuasa.
Lampu kecemasan yang kita beli harus dipasang dulu ke pusat kuasa untuk mengisi bateri, sehingga ketika kita mengalami kegagalan atau gangguan kuasa, secara automatik mereka aktif dan memberikan cahaya. Bagi keadaan kecemasan ini, lampu kecemasan sangat bermanfaat untuk penerangan dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, kita tidak melihat apa pun yang terjadi apabila bateri sedang diisi. Yang kita tahu bahawa sesuatu yang sangat penting sedang kita beri pengambilan tenaga elektrik yang kelak akan memberikan manfaat ketika ada kegelapan.
Kita mempunyai jaminan bahawa saat pemadaman terjadi, ada kekuatan lampu kecemasan yang akan segera aktif. Namun jika tidak dipasang dengan baik, sampai bila-bila pun sebuah penerangan apapun tidak akan kita dapatkan. Kita akan tetap dalam kegelapan apabila ada gangguan elektrik.
Pentingnya Cahaya di Alam Kubur Bagi Manusia
Begitu pun dengan gangguan yang terjadi pada kehidupan manusia kelak di alam kubur yang sudah pasti akan dialami setiap makhluk yang bernyawa.
Ketika “lampu hidup” kita dimatikan, ketika kita mendapat jatah dari Sang Pencipta berupa kematian, sebanyak doktor pakar dihadirkan pun tidak akan dapat memberikan sedikit pun rawatan yang menyembuhkan, atau penerangan untuk sekadar menemani mereka ketika di alam kubur yang begitu gelap tertutup tanah, kembali pada pangkuan Sang pemberi Kehidupan, yakni Allah SWT.
Kematian & Bumi Sebagai Tempat Kembali
Lantas, sudahkah kita bertanya pada diri sendiri, “Apa yang sudah kita persiapkan untuk penerangan alam kubur, ketika terjadi pemadaman listrik (nyawa dicabut)? Apa yang akan terjadi apabila hidup kita dimatikan secara kekal dan kita harus memasuki kegelapan kubur?
Di sini, dalam kehidupan dunia ini, kita mempunyai lampu kecemasan dan generator. Tetapi hal yang sama tidak akan menjadi bantuan kepada yang lain dalam kubur. Tidak ada yang akan mengambil lampu kecemasan untuk menerangi kuburnya.
Jadi, ketika kita tidak boleh bertolak ansur dengan beberapa jam kegelapan, bagaimana kita akan dapat bertolak ansur dengan kegelapan kubur?
Ketika kita tidak boleh menerima kerugian materi akibat gangguan elektrik (yang boleh jadi hanya sementara), bagaimana kita boleh menerima kerugian spiritual terus-menerus akibat gangguan cahaya iman dalam hati kita, kerana mengumbar dosa; yang akibatnya sangat merugikan dan merosakkan kehidupan dunia kita dan lebih dari itu, kehidupan kita selepas kematian?
Pelajaran yang kita ambil dari lampu kecemasan dan generator ini sebenarnya sedang dituntut untuk suatu tujuan, yakni memberikan penerangan penting terutama saat amat sangat diperlukan ketika berada dalam keadaan gelap. Untuk mendapatkan alat ini, kita perlu kos yang tidak murah, dan juga perlu kesabaran yang tidak sebentar untuk menghasilkan dan menyimpan tenaga elektrik di dalamnya.
Demikian juga, dengan manusia kelak di alam kubur. Kita perlu ‘kos’ untuk memberikan cahaya alam kubur. Malangnya, cahaya ini tidak boleh kita beli dengan setumpuk wang atau ditukar dengan tingginya jabatan. Tapi, hanya boleh “ditukar” secara rohani, yakni dengan amal sholeh selama kita masih diberi kesempatan berbuat amal, dan selama nyawa kita belum dicabut. Ganjaran ini akan jelas kelihatan apabila cahaya hidup kita dimatikan, sekali dan untuk selamanya.
Hati kita mengandung “iman” sebagai penjana atau bateri yang perlu dihubungkan ke “colokan” ilmu dan dikenakan (bayaran), sementara ‘lampu kecemasan’ dibebankan dengan pelbagai jenis amal soleh, seperti solat, zakat, puasa, zikir, tilawah, akhlak yang baik , dan sebagainya.
Selepas nyawa dicabut dan diletakkan di kubur, iman dan perbuatan baik kita menghasilkan cahaya yang secara automatik menerangi kegelapan kubur yang akan memberikan keselesaan di alam kubursampai Hari Kiamat.
Jika kita mempunyai “iman” sebagai bateri yang benar (tidak rosak), boleh digunakan sebagai lampu kecemasan ‘dengan perbuatan mulia. Namun jika kita menghabiskan hidup dalam kegelapan dosa, kubur akan menjadi tempat berkumpulnya aib, dan kita pun mau tidak mau pasti akan menerima akibatnya berupa ruangan kubur yang gelap.
Sebelum elektrik mengalir ke rumah-rumah atau tempat-tempat para penghuninya, tentunya memerlukan penjanaan elektrik. Kemudian disalurkan melalui talian penghantaran ke sub-stesen dan tiang elektrik. Selepas itu, melalui ‘jalur pengedaran’, elektrik baru boleh memasuki rumah kita.
Begitu pun dengan “jalur kuasa” seseorang guna mencapai penerangan alam kubur. Allah mengutus Rasul-Nya sebagai pembimbing, dilanjutkan dengan para Sahabat, Tabiin, Tabiut-Tabiin dan para ulama, yang kemudian melakukan kerja ‘mengagihkan’ cinta dan ilmu Allah Taala ke dalam hati orang-orang supaya mereka tetap dalam koridor “kuasa” yang benar, sehingga tidak konslet.
Melalui bimbingan mereka, nescaya kita akan dengan mudah mengisi diri kita sendiri secara rohani. Mereka membimbing kita untuk berbuat baik, beramal soleh, dan sesuai tuntunan Ilahi Robbi dan Rasul-Nya.
Menariknya, untuk mendapatkan bimbingan rohani, untuk mendapatkan “lampu kecemasan” ini, tak jarang para ulama itu tidak membebankannya dengan unsur materi. Dengan kata lain kita boleh memperolehnya secara percuma.
Dengan usaha ini di mana kita memelihara iman dan mengisi diri kita dengan perbuatan baik, kematian menjadi “hadiah” bagi orang percaya seperti yang dijelaskan dalam hadis. Sudah selayaknya, umat Islam tidak mempunyai rasa takut pada kematian. Sebab, ketika mati, kita membawa generator dari iman dan cinta untuk menjumpai Allah SWT dan Rasul-Nya, serta “lampu kecemasan” dari amal soleh.
Maka dengan tabungan “penjana elektrik” tersebut, bermakna kita mempunyai harapan dan jaminan, yang kelak insya Allah akan menyala terang apabila kita memasuki alam kubur yang gelap gelita itu. Wallahu A’lam Bish-Showab …

Popular posts from this blog

JANGAN ISI ULANG Botol Plastik Bekas Air Minum! INI BAHAYANYA

Banyak botol air minum yang terbuat dari plastik mencantumkan kode label yang menginformasikan bila botol itu tidak disarankan untuk di isi lagi. Hal semacam ini butuh di perhatikan lantaran paket plastik yang disebut di buat cuma untuk sekali pakai serta janganlah dipakai berulang-kali untuk wadah minuman. Banyak orang tidak paham serta tak perduli dengan label itu. Biasanya label pada botol paket plastik itu berbentuk logo serta angka-angka yang memanglah sedikit di ketahui oleh orang-orang juga sebagai customer. Di bawah ini beragam jenis type plastik yang butuh di ketahui BERBAGAI MACAM PLASTIK Biasanya plastik paket mempunyai kode sebagai berikut ini, serta pada paket berupa botol kode itu umumnya terdapat dibagian bawah. 1. PETE atau PET  (polyethylene terephthalate) labelnya berbentuk angka 1 dalam segitiga umum digunakan untuk botol plastik yang transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direferensikan cuma untuk sekali gunakan. ...

Sekarang Banyak Dilanggar, Dua Suara yang Dilarang Rasulullah Ini

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sesuatu, pastilah sesuatu itu baik bagi umatnya. Sebaliknya, jika beliau melarang sesuatu, pastilah sesuatu itu buruk bagi umatnya. Namun, sering kali manusia tidak mengindahkan petunjuk dan larangan yang telah digariskan beliau. Banyak perintah yang tidak ditaati dan banyak larangan yang dilanggar. Di antaranya, dua larangan berikut ini. اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan) Suara seruling ketika sedang mendapat nikmat Alangkah sering hal ini dilanggar oleh umat Islam. Seakan-akan dianggap hal yang biasa dan boleh-boleh saja. Padahal sesungguhnya ini dilarang Rasulullah dan digelari dengan paling bodoh dan keji. Kita li...

Ini Dia alasan Kenapa Uang Panaik dan Mahar Harus Mahal.

Namun kalau kita melihat dari perspektif lain yang tidak melulu negatif pernikahan bugis , yakni membuat para lelaki bugis berusaha sedemikian rupa untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam pernikhan dan berumah tangga kelak.   Banyak dari masyarakat luar dari Sulawesi selatan mencibir pernikahan Bugis, Karena mahalanya mahar dan uang panai yang harus di berikan untuk saat ini berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah. mereka beranggapan seolah-olah sedang membeli anak gadis nya orang lain. Pernikahan bugis dan makassar bai sebagian orang sangat memberatkan. Mengingat besarnya jumlah uang panai atau uang belanja bagi pihak mempelai pria yang harus di bayarkan kepada mempelai wanita. Mestinya bukannya mahanlnya yang dipersoalkan namun hakikatnya nikah bugis dan makassar adalah mempertemukan dua keluarga besar dengan segala identitas dan status sosial. Selain itu juga sebagai melestarikan garis silsilah di masyarakat. Dari hal ini lahir lah yang namanya perantau , atau...